Zona Sekolah Tatap Muka

Masa pendidikan tatap muka terbatas ini, terutama di perkotaan yang padat penduduk dan ramai lalu lintasnya, merupakan peluang baik dan amat langka untuk melakukan ujicoba yang berdampak langsung dan luas. Menguji coba berbagai aturan yang akan mengubah habit masyarakat ke arah yang lebih baik, lebih tertib, demi keamanan dan kenyamanan warga akan selalu menimbulkan kontroversi, Di masa pandemi yang terdampak langsung akan lebih sedikit karena pembatasan pergerakan namun manfaatnya akan lebih jelas terlihat sehingga mengurangi durasi kontroversinya.

Misalnya dengan menguji coba program Zona Sekolah, di mana di area sekitar gerbang sekolah dijadikan sebagai zona bebas kendaraan bermotor sementara, misal hanya 45 menit sebelum dan sesudah jam masuk, juga 45 menit sebelum dan sesudah jam pulang.

Di Inggris program semacam ini disebut program School Street. Jalanan seputar sekolah tertutup untuk kendaraan bermotor bagi pelintas, hanya penghuni dan pengelola bisnis di jalan itu yang diizinkan membawa kendaraan bermotor, itu pun harus dengan kecepatan yang setara dengan berjalan kaki.

Program Zona Sekolah bisa menjadi masa perkenalan awal bagi masyarakat terhadap tujuan dari program Kota Layak Anak dan Kota Ramah Sepeda dan Pedestrian.

Menyiapkan program Zona Sekolah relatif sederhana namun memberi kontribusi besar dalam upaya mendorong warga berjalan kaki dan bersepeda ke sekolah seraya meningkatkan kualitas udara di lingkungan sekolah.

Menutup sementara jalanan sekitar pintu gerbang sekolah selama masa antar dan masa jemput hanya membutuhkan penanda dan penghalang untuk mencegah pengemudi memasuki zona sekolah. Orangtua/pengantar dan penjemput anak sekolah dianjurkan untuk tidak membawa kendaraan bermotor, atau sekurangnya kendaraan diparkir sejauh 10 menit berjalan kaki dari pintu gerbang sekolah.

Dalam masa Zona Sekolah yang hanya sebentar itu, anak-anak, para orangtua, guru, dan pengasuh menguasai jalan raya, bebas berjalan dan bersepeda menuju sekolah dengan aman dan nyaman.

Dalam jangka waktu yang tidak lama, akan menumbuhkan keberanian pada warga untuk berjalan kaki atau bersepeda, mendorong untuk meninggalkan kendaraan bermotornya di rumah, yang berkontribusi dalam mengurangi kemacetan, polusi udara dan polusi suara

Dalam jangka waktu yang lebih panjang, keluarga yang terbiasa berjalan atau bersepeda ke sekolah akan menumbuh-kembangkan anak-anak menjadi lebih sehat dan ceria berkat aktivitas fisik yang dilakukan setiap hari.

Rute aman dan nyaman untuk pergi pulang ke sekolah akan menumbuhkan rasa percaya diri dan kebebasan baik bagi orangtua mau pun anak-anak, untuk bisa mandiri ke sekolah.

Zona Sekolah akan membuktikan bahwa perubahan kecil ini bisa memberi dampak besar bagi habit masyarakat baik dalam berlalulintas atau pun berinteraksi antar sesama, menumbuhkan civil society yang lebih beradab, penuh empati dan gotong-royong.

Zona Sekolah perlu diinisiasi oleh warga masyarakat dan sekolah, diajukan kepada Pemerintah Kota (Kelurahan, Kecamatan). Sebelum mengajukan perlu dilakukan riset dan perencanaan. Berdiskusi dengan mereka yang berkecimpung dalam masalah keamanan di jalan raya dan kawasan layak anak. Menyampaikan rencana dalam pertemuan orangtua/wali murid. Melakukan survei di area yang akan ditutup dan pendekatan kepada para penghuni dan pengelola bisnis yang akan terdampak.