Penghematan emisi

Berapa besar emisi karbon yang bisa dicegah dengan bersepeda?

Penelitian terhadap 4.000 orang di empat kota selama rentang waktu dua tahun menunjukkan, di antaranya, mereka yang setiap hari bersepeda menghasilkan emisi karbon 84 persen lebih rendah.

Secara rata-rata, mereka yang sekadar mengganti satu hari dari trip mingguannya dengan bersepeda pun bisa memangkas jejak karbonnya 3,2 kg. angka ini setara dengan emisi yang dihasilkan dari berkendara 10 km dengan mobil.

Bersepeda ke tempat kerja, rekreasi atau berlibur dengan bersepeda, berbelanja atau mengangkut dan mengantar paket dengan sepeda, semua itu berkontribusi dalam pengurangan emisi. Dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Cukuplah itu sebagai dasar untuk mengapresiasi siapa saja yang bersepeda terutama yang taat aturan.


ECF, European Cyclist Federation, juga pernah menghitung emisi yang dikeluarkan oleh seseorang saat mengendarai mobil. Dihitung sejak dari produksi, prosesnya saja menggunakan energi tinggi untuk berbagai bahan baku, diperhitungkan dengan usia dan jarak tempuh. Saat dikendarai, jenis bahan bakar dan waktu tempuh yang berbeda-beda juga diperhitungkan. Hasilnya,: jika kita mengendarai mobil, maka kita menebar sekitar 271 g karbon per penumpang-kilometer.

Jika produksi diperhitungkan, maka produksi sepeda tentu juga menghasilkan emisi. Ya, menurut perhitungan ECF hanya 5 g karbon per kilometer.
Sepeda tidak menggunakan bahan bakar, tapi digerakkan oleh energi manusia yang membutuhkan makanan. Emisi dari produksi makanan Eropa rata-rata per orang adalah 16 g. Sehingga bersepeda sesungguhnya mengeluarkan emisi 21 g per kilometer. Kalau pola makan diganti dengan gado-gado, ketoprak atau karedok emisinya pasti berkurang.

Perhitungan ribet ini sebenarnya untuk argumen bahwa kendaraan listrik masih berperan dalam emisi CO2, terutama dalam produksi baterenya.