Pemberdayaan Sepeda ala Prancis

Di masa pandemi banyak yang menghindari penggunaan transportasi umum, sementara sepeda merupakan alat transportasi ideal untuk menjaga jarak. Kementerian Ekologi dan Solidaritas Transisi (Ministry of Ecological and Solidarity Transition, bertanggung jawab untuk mempersiapkan dan melaksanakan kebijakan pemerintah di bidang pembangunan berkelanjutan, iklim, transisi energi, dan keanekaragaman hayati) pada 11 Mei 2020, meluncurkan Program Coup de Pouce Velo (Memberdayakan Sepeda) dengan anggaran sebesar 60 juta euro (1 triliun rupiah) hingga September 2020

Bekerjasama dangan FUB (Federasi Pesepeda Prancis beranggotakan 360 asosiasi termasuk cabangnya) dan ROZO, konsultan untuk kinerja energi, beserta para pendukung dana dari berbagai perusahaan energi seperti Auchan, Bollore, Butagaz, CPCU, eni, eg Group, E.lecrec dan Total.

Ada tiga aksi dalam program tersebut, yaitu:

Remise en selle (Kembali ke Sadel)
Sebuah program pelatihan. Setiap orang bisa mengikuti kelas penggunaan sepeda secara cuma-cuma, selama satu setengah hingga dua jam. Sesi ini memberi pemahaman akan hal-hal penting dalam bersepeda secara teori (keamanan bersepeda, perlengkapan keamanan, keamanan parkir dsb) dan melakukan satu kali praktek di situasi riil. Ada daftar sekolah sepeda dan instruktur yang bekerjasama untuk program ini.

Reparation (Reparasi Sepeda)
Program ini mempertimbangkan adanya warga yang memiliki sepeda tapi tidak pernah lagi digunakan karena rusak. Mereka yang ingin menggunakan sepeda sebagai alat transportasi dalam konteks pengaktifan kembali, diberi bantuan untuk perbaikan sepeda, berupa voucher diskon maksimal sebesar 50 euro (Rp. 875.000) per sepeda. Ada sekitar 3.000 bengkel sepeda yang terpilih untuk bekerjasama dalam program ini.

Stationnement temporaire. (Pembuatan parkir sepeda).
Komunitas bisa mengajukan rencana pembuatan parkir sepeda di wilayahnya dan akan mendapat bantuan keuangan hingga 60% biaya pembuatan, maksimal 150 euro per lokasi. Syarat untuk lokasi yang dapat diberi bantuan adalah berada di wilayah komunitas, wilayah transit multimoda transportasi, di lembaga pendidikan, di area publik/sosial, dan area perumahan yang memiliki banyak anak.

afp.com/DENIS CHARLET

Sebulan setelah program diluncurkan, Le Parisien pada 18 Juni 2020 mengabarkan bahwa program Pemberdayaan Sepeda telah menghebohkan masyarakat, lebih 150.000 orang memanfaatkan program reparasi sepeda yang menghabiskan 175 miliar rupiah (10 juta euro).
Bengkel sepeda kewalahan dengan banyaknya permintaan perbaikan. Warga membawa sepeda rusak yang lama tersimpan di gudang, tidak perlu membayar jika biaya perbaikan tidak melebihi Rp 875.000 (50 euro).

Meski kewalahan, semua bengkel merasa puas karena pemerintah menepati janjinya bahwa penggantian biaya paling lambat diselesaikan dalam 8 hari.
Kementerian pun meluncurkan program pelatihan mekanik sepeda guna mengatasi kekurangan bengkel untuk menangani reparasi sepeda.

Menurut statistik FUB, dalam sebulan telah dilakukan hampir 175.000 reparasi sepeda untuk 156.000 orang penerima manfaat. Reparasi dilaksanakan oleh 3.000 bengkel sepeda, dengan total biaya Rp. 168 miliar, dengan tanggungan Negara sebesar 134 miliar.

Jean-Baptiste Quentin

Pada 14 September 2020, L’Express mengabarkan bahwa pemerintah memperpanjang program Pemberdayaan Sepeda hingga akhir tahun. Perpanjangan dilakukan untuk memenuhi besarnya antusiasme warga.
Dikabarkan 620.000 sepeda telah direparasi, pengguna jalur sepeda meningkat 29% selama lockdown dibanding periode yang sama pada 2019.
Pemerintah memutuskan untuk menambah anggaran sebesar 350 miliar (20 juta euro, sehingga total menjadi 80 juta euro) untuk program ini dengan sasaran 1 juta reparasi sepeda.

Selain itu, Kementerian mengumumkan bahwa untuk “rumahtangga sederhana” diberikan bantuan sebesar Rp 3,5 juta (200 euro) guna pembelian sepeda.
Juga disediakan anggaran sebesar 100 juta euro untuk 1,000 secure parking sepeda dan 100 juta euro untuk 600 proyek jalur sepeda dalam dua tahun. Kementerian juga mengingatkan tanggungjawab otoritas publik untuk menciptakan mobilitas sepeda yang aman.

Tiga bulan kemudian, pada 4 November 2020 situs 20minutes.fr mengabarkan bahwa sudah 900 ribu sepeda diperbaiki sejak program diluncurkan pada bulan Mei. Program ini juga berhasil meningkatkan lapangan kerja di bengkel sepeda seluruh negeri.
Olivier Schneider, ketua FUB, menyatakan bahwa ia dianggap terlalu ambisius dengan target 1 juta reparasi sepeda, dan nyatanya hampir tercapai. Ia yakin pada akhir tahun 2020, saat program berakhir, target akan tercapai. Namun ia berupaya agar program diperpanjang hingga 2021, ia katakan bahwa Negara tidak perlu menambah dana, komunitas lokal akan mengambil alih dan beberapa kota telah menyatakan bersedia mendanai sendiri.

MécaniCycle

Menjelang akhir program, pada 2 Desember 2020, situs FUB mengabarkan bahwa program Pemberdayaan Sepeda diperpanjang hingga 31 Maret 2021 dan penambahan dana 30 juta euro (total menjadi 100 juta euro).
Target 1 juta reparasi sepeda telah tercapai pada akhir November 2020, 6 bulan setelah diluncurkan. FUB menyatakan bahwa keberhasilan ini berkat komitmen semua asosiasi dan para profesional di sektor ini serta para mitra program.

“4.000 bengkel sepeda dan instruktur sepeda dimobilisasi, kami sangat senang karena bisa mengangkat mereka dari kesulitan ekonomi di masa pandemi ini,” ujar Pierre Rullire, Direktur ROZO.

FUB dan ROZO adalah dua institusi pelaksana utama program Pemberdayaan Sepeda. Dari survei yang dilakukan terhadap 10.000 penerima manfaat program ini, 97% menyatakan kepuasannya, 52% sudah mulai lebih sering bersepeda dan 94% menyatakan setuju agar program diperpanjang.
Olivier Schneider menyatakan “Saya sangat yakin bahwa komunitas, kota, otoritas antar kota, departemen, dan pemerintah daerah akan dapat melanjutkan sendiri setelah program ini berakhir, demi melestarikan unsur penting dari sistem persepedaan, yaitu perbaikan dan pelatihan. Mobilitas sepeda adalah masalah kebijakan sosial dan lingkungan, tapi di atas semua itu ia merupakan sumber lapangan kerja yang luarbiasa, lokal dan tidak bisa direlokasi.”

Dan pada 31 Maret 2021, saat berakhirnya perpanjangan program, situs francebleu.fr mengabarkan hampir 2 juta orang telah memanfaatkan program perbaikan sepeda ini, padahal Kementerian pada saat peluncuran program memperkirakan paling banyak hanya 100 ribu yang akan tertarik. Kini tagihan dari bengkel mencapai 82 juta euro. “Negara tidak bisa selamanya mensubsidi perbaikan sepeda” ujar Kementerian, mereka memiliki prioritas lain seperti perluasan jaringan dan keamanan “jalur corona”, sebutan populer untuk jalur sepeda.■