Jalur Sepeda Unik

Sebuah foto yang mebuat shock mendorong rasa ingin tahu, bagaimana jalur sepeda bisa diposisikan menembus bundaran, tidak memutar, dan di sepanjang jalan raya, jalur sepeda dua arah difungsikan sebagai median.

twitter

Jalur sepeda berwarna merah itu ada di Benidorm, sebuah kota Spanyol di tepi laut Mediterania yang merupakan –mengikuti istilah yang digunakan Daily Mail— mekahnya warga Inggris untuk berlibur. Sekurangnya 1,5 juta warga Inggris setiap tahun tinggal di sana selama musim panas, bahkan banyak pensiunan Inggris yang jenuh dengan cuaca dingin kelabu memutuskan untuk menghabiskan sisa usia di kota bermandikan sinar matahari ini. Tentu media massa perlu menyampaikan berita keberadaan dan kehidupan warganya di sana sehingga membuat Benidorm semakin populer.

Benidorm adalah kota nelayan kecil jika berada di Indonesia, sedikit lebih kecil dari wilayah Jakarta Pusat, 38 km2 berbanding 48 km2, dengan jumlah penduduk permanen sebanyak 71.000 jiwa (2010), sedangkan Jakarta Pusat 921.000 jiwa (2017) .
65% penduduknya berasal dari Spanyol, selebihnya adalah para imigran, kebanyakan dari Ingris, Rumania dan negara-negara Amerika Latin, juga ada 820 orang dari negeri Cina. Iklimnya hangat, berkisar antara 12 hingga 32 derajad celcius, dengan indeks ultraviolet 2 di musim dingin hingga 10 di bulan Juli.

Bagi industri pariwisata Spanyol Benidorm adalah sebuah fenomena luarbiasa. Kota nelayan ini hanya berpenduduk 1,700 jiwa, melonjak hingga sekitar 10.000 pada 1970 ketika walikota Zaragoza memperkenalkan atraksi matador dan banteng serta yang lebih menghebohkan dunia: bikini, saat itu bikini di banyak negara Eropa dilarang dikenakan di tempat umum, tapi Zaragoza berhasil mendapat izin dari Jenderal Franco.

Pariwisata semakin meningkat drastis ketika pada 1970 dibangun bandara dan jalan tol di luar kota Benidorm, dibarengi pembangunan sekitar 50 hotel di sepanjang pantai kota. Spanyol pun digilai wisatawan Eropa, ada ungkapan “kamu belum liburan kalau belum pernah ke pantai Spanyol.”
Meski sempat mendapat citra buruk karena perilaku huliganisme dan mabuk-mabukan wisatawan Inggris, Benidorm berhasil bertahan menjadi mekahnya pariwisata Spanyol.

Jumlah pengunjung Benidorm dari berbagai pelosok negeri dan negara sungguh fantastis: stabil berkisar 9-11 juta orang sejak 1997, lebih banyak wisatawan asing, mendekati 7 juta orang pada 1999, umumnya berasal dari Inggris, Belanda, Denmark, Rusia dan Polandia.

Gran Hotel Bali

Dan ketahuilah bahwa hotel tertinggi di Benidorm, bahkan tertinggi di Eropa, dinamakan Gran Hotel Bali, dan semakin menggembirakan lagi, hotel berlantai 57 ini memberi para pesepeda layanan khusus, dengan narasi begini:
Gran Hotel Bali offers its cyclotourist guests special facilities and services: Secure bicycle storage / Cleaning service / Repair workshop / Rental of professional bicycles / Guided routes / Gym / Spa and massage area.

Jadi bisa dipahami mengapa Benidorm menggelar karpet merah bagi para pesepeda, bahkan dipersilahkan jalan lurus di bundaran, tidak usah repot-repot memutarinya. Potensi kecelakaan dikurangi dengan membangun Taman Lalulintas bagi anak-anak dan dewasa untuk memahami bagaimana lalulintas Benidorm bekerja.

Ada jutaan pengunjung dari negara-negara pesepeda, yang membawa triliunan rupiah dan lapangan kerja bagi 70 ribu penduduk, tentu warga akan memberi layanan terbaik agar betah berlama-lama dan sering-sering berkunjung. Laporan mengatakan Spanyol memperoleh pendapatan 9 miliar euro (150 triliun rupiah) hanya di bulan Agustus 2019.
Sayangnya kini merosot jauh karena pandemi, diharapkan cyclotourism akan dapat segera mengatasi masalah global ini.