Dari Superhighway ke Mini Holland

Departemen Transport Inggris pada 30 Juli kemarin merilis laporan berjudul “Ganti Persneling: Setahun Kemudian”, mengenai pencapaian program Walking and Cycling dengan alokasi dana yang fantastis bagi kita: 40 triliun Rupiah (2 miliar GBP).

Berbagai perubahan radikal telah dilaksanakan:

  • Ratusan school street, dalam arti jalanan di sekitar sekolah pada jam sibuk tertutup bagi kendaraan bermotor. Hasilnya polusi menurun hingga 74% di beberapa sekolah, dan keselamatan para murid meningkat, semakin banyak yang bersepeda (meningkat hingga 51% di beberapa sekolah) dan berjalan kaki.  
  • Tambahan 150 kawasan lagi yang dikenakan program Low Traffic Neighbourhoods, yaitu kendaraan bermotor bisa masuk tetapi dilarang keluar kawasan. Ini untuk mencegah pemanfaatan kawasan perumahan sebagai jalan tikus dalam menghindari kemacetan.
  • Tambahan 160 km lebih jalur sepeda terproteksi, termasuk 100 km di London.

Dampak positif yang disampaikan antaa lain:

Penjualan dan penggunaan sepeda meningkat, ritel sepeda meningkat 45%, belanja sepeda mencapai 20 triliun Rupiah, tertinggi dalam sejarah. Jika termasuk servis, suku cadang dan asesoris maka total nilai pasar ritel terkait sepeda mencapai 46 triliun!

Total perjalanan bersepeda lebih dari 8 miliar km, meningkat 45% dari 2019, satu-satunya moda transportasi yang meningkat di masa pandemi. Di CS3 (Cycle Superway 3) per hari dilalui ribuan pesepeda, sepanjang 2021 hingga bulan Juli total pesepeda yang melintasi jalan Embarkment lebih dari 1.200.000.

Twitter @CS3Count

Kebijakan bersepeda yang luarbiasa di Inggris tersebut berkat “kemauan politik” Boris Johnson yang menurut The Times terobsesi untuk mendorong sebanyak mungkin orang bersepeda. Alasannya adalah kesehatan publik dan manfaat ekonomi. Meski sudah menjadi Perdana Menteri, ia sering bersepeda ke kantornya sejauh 7 km.

Kadang di media sosial kita dapati warga mengunggah perjumpaannya dengan Perdana Menteri dengan sepedanya. Sendirian. Meski tidak sedikit yang sering memakinya di media sosial, namun tak ada yang coba-coba menusuk dengan kunai, kejadian buruk yang pernah dialami adalah sepedanya dicuri.

Sejak menjadi Walikota London, Boris Johnson sudah mendorong warganya bersepeda dengan menyediakan anggaran besar. Di periode pertama ((2008-2012) ia menyediakan 5.000 sepeda sewa, yang kala itu disebut masyarakat sebagai “Boris Bike”. Ketika memerintahkan semua jalur sepeda yang ada di London dicat biru, ia juga memperkenalkan konsep Superhighway untuk sepeda.

Dengan anggaran 116 juta GBP untuk 12 superhighway, 30 juta GBP digunakan untuk penyediaan parkir sepeda, pelatihan bersepeda dan insentif bagi kantor-kantor yang mendorong karyawannya bersepeda dengan menyediakan shower dan locker.

Pada periode kedua, 2012-2016, Boris melanjutkan program Superhighway, diciptakan jabatan baru: Komisioner untuk Bersepeda (Cycling Commissioner) dan menunjuk Andrew Gilligan, jurnalis The  Daily Telegraph untuk menjabat (kini menjadi penasehat transportasi di kantor Perdana Menteri. Superhighway selesai pada 2016, kini disebut sebagai Cycle Superway)

roadtraffic-technology.com

Saat itu, 2012, kampanye bersepeda di London berbunyi: Love London Go Dutch — Cintai London, Ikuti Belanda. Dan terbitlah program Mini Holland pada 2013.

Boris menawarkan kepada seluruh distrik di London (ada 32 borough dengan populasi masing-masing antara 150 – 300 ribu) untuk menciptakan wilayahnya menjadi ramah sepeda seperti di Belanda. Disediakan anggaran 30 juta GBP bagi wilayah yang proposalnya terpilih. Dari tiga wilayah yang terpilih, yang paling berhasil dalam menciptakan wilayahnya menjadi surga bagi pejalan kaki dan pesepeda adalah Waltham Forest. Bagaimana konsepnya, bisa dilihat di sini: Waltham Forest Mini-Holland Design Guide []