Buat Siapa Jalan Tol Dalam Kota

“Logika membangun jalan tol di area urban sudah tidak ada lagi” kata John Norquist, mantan walikota Milwaukee AS. Di masa jabatannya ia bongkar jalan tol di tengah kota pada tahun 2002: “Jalan tol memutus interaksi sosial, ekonomi dan mobilitas warga”.

Apakah jalan tol dalam kota benar-benar memiliki kontribusi ekonomi dan sosial bagi warga kota? Umumnya pengguna jalan tol hanya melintasi kota, atau tinggal di dalam kendaraan berjam-jam jika macet. Bandingkan dengan pesepeda dan pejalan kaki, mereka hidup di kota, berhenti di warung, mampir di toko, menyapa warga lain, dan seperti yang disampaikan pesepeda @lagisukalari: “banyak tolong orang stroke atau kecelakaan di jalan. Amal saya jadi bertambah walau tak dibayar dan tak tahu nama orang yang saya tolong.”

Pemikiran tentang pembongkaran jalan tol seiring dengan semakin tuanya usia jalan tol –umumnya dibangun 60 tahun lalu. Biaya pemeliharaan jalan tol agar tetap aman digunakan cukup tinggi, di Detroit misalnya mencapai 80 juta dollar, pemerintah kota pun menawarkan 16 desain perubahan untuk dipilih warganya.

Pembongkaran jalan tol di Seoul, Korea Selatan, cukup menarik untuk diceritakan. Cheonggyecheon adalah sebuah sungai yang pada 1970an dipenuhi sampah dan pemukiman kumuh pinggir kali. Pemerintah memutuskan untuk menimbunnya dengan beton. Dan 6 kilometer panjang Cheonggyecheon pun berubah menjadi jalan raya dan 6 lajur jalan tol bertingkat.

160.000 lebih kendaraan melalui jalan Cheonggye ini setiap hari. Polusi udara dan suara meningkat hingga di atas level yang bisa diterima, warga di sekitar pun dua kali lebih banyak menderita penyakit pernapasan dibanding warga di area lain.

Akhirnya diputuskan membongkar jalan tol Cheonggye pada 2003 dilanjutkan pembongkaran beton yang menutupi sungai, selesai pada akhir 2004. 100% besi baja serta 95% beton dan aspal digunakan kembali. 120.000 ton air setiap hari dialirkan dari sungai Han. Cheonggyecheon juga difungsikan sebagai pengendali banjir hingga 200 tahun, mampu menerima curah hujan hingga 118mm/jam
Di kedua sisi sungai, masing-masing selebar 13,5 m dialokasikan untuk pedestrian, dua lajur jalan raya, dan zona bongkar muat. Ada 5 jembatan pedestrian dan 17 jembatan kendaraan. Juga dibangun teras, pedestrian dan taman di bawah.

Meski tidak yakin bahwa pola perubahan lalulintas bisa mengatasi kemacetan, namun ternyata para pengemudi bisa beradaptasi meski kehilangan jalan tol. Mereka mencari jalan alternatif, dan kini di sepanjang sungai Cheonggyecheon lalu lintas normal, udara jauh lebih bersih, dan ada banyak manusia di sana, bukan lagi kendaraan bermotor.
64.000 pengunjung per hari, 1.400 diantaranya adalah wisatawan yang memberi kontribusi ekonomi hampir 2 juta dollar.

Berbagai benefit lain dan keterangan lebih detil mengenai transformasi jalan tol ini bisa dilihat di Cheonggyecheon Stream Restoration Project

Banyak jalan tol diberbagai kota dunia sudah dibongkar, tentunya dengan kisah dan solusi yang berbeda:
Alaskan Way, Seattle, AS
Central Artery, Boston, AS
Central Freeway, San Francisco, AS
Cheonggye Highway, Seoul, Korea Selatan
Gardiner Expressway, Toronto, Kanada
Harbor Drive, Portland, AS
Inner Loop, Rochester, AS
Interstate 30, Fort Worth, AS
Interstate 170, Baltimore, AS
Interstate 195, Providence, AS
Crosstown Expressway, Oklahoma City, AS
Park East Freeway, Milwaukee, AS
State Parkway, Niagara Falls, AS
Southeast Freeway, Washington, D.C.
Voie Georges-Pompidou, Paris, Prancis
West Freeway, Sacramento, AS
West Elevated Highway, New York City, AS
Zhongxiao Elevated Highway, Taipei, Taiwan

Juga banyak yang masih dalam tahap penyelesaian:
Bonaventure Expressway, Montreal
Claiborne Expressway, New Orleans
Cleveland Shoreway, Ohio
Cogswell Interchange, Halifax
Downtown Connector, Atlanta
Innerbelt Akron, Ohio
Interstate 70, Denver
Interstate 81, Syracuse
Interstate 345, Dallas
Interstate 35, Minnesota
Interstate 375, Detroit
Metropolitan Expressway, Tokyo, Japan
NY 895, New York City
Oak Street, Connecticut
Route 79, Massachusetts
U.S. 101, Los Angeles
Whitehurst Freeway, Washington, D.C.

Sumber: Wikipedia, Society for Ecological Restoration, dll