Argumentasi Jalur Sepeda

Narasi bahwa jalur sepeda menyebabkan kemacetan, tidak digunakan orang, berdampak buruk bagi dunia usaha, dan tidak diinginkan mayoritas warga adalah karena kurangnya pemahaman akan perubahan yang terjadi dalam dekade terakhir.

Di masa lalu mobil masih jarang, pengendara mobil identik dengan orang kaya, hampir semua orang bermimpi memiliki mobil. Kini mobil semakin banyak, tidak hanya dimiliki oleh kelas atas. Jalan raya tidak lagi mampu menampung dan pemahaman bahwa menambah atau memperlebar jalan akan mampu mengurai kemacetan.

Traffic congestion is pictured in Shanghai, China, April 19, 2017. REUTERS/Joe White/File Photo – RC134F2345E0

Ternyata salah. Semakin lebar atau semakin banyak jalan justru menambah jumlah dan jenis kendaraan yang menggunaan jalan tersebut. Analoginya seperti pipa, air akan mengalir menuju pipa besar hingga penuh dan macet. Jika seluruh lahan kota ditutupi jalan raya pun tetap tidak akan mengatasi kemacetan di jam-jam sibuk. Semua orang membutuhkan mobil, karena hanya itu yang bisa digunakan untuk bergerak di kota. Fenomena ini dikenal dengan istilah Induced Demand.

Ada banyak alasan mengapa jalur sepeda dibutuhkan. Cycling UK memfokuskan diri pada enam alasan utama yang dianggap terbaik. Alasan pertama bahwa keberadaan jalur sepeda dan jalur pedestrian akan mengembangkan dunia usaha.

Kita sudah cukup memahami bahwa semakin banyak yang berjalan kaki dan bersepeda akan memberi manfaat bagi lingkungan dan kesehatan, Namun sedikit sekali yang menyadari bahwa jika banyak orang berlalulalang di jalan raya baik dengan berjalan kaki atau bersepeda juga memberi manfaat bagi perekonomian lokal.

Cyclng UK

Mereka yang melakukan mobilitas aktif cenderung lebih sering berpergian ke jalan raya dan survey di Inggris membuktikan bahwa pesepeda lebih sering belanja di toko-toko lokal daripada pelaku mobilitas pasif (pengguna mobil dan transportasi umum). Penelitian lain menyatakan bahwa di wilayah kota yang ramai dengan pesepeda dan pejalan kaki, tingkat penjualan eceran naik hingga 30%.

Penelitian juga mengungkap bahwa:

► Toko-toko pengecer sering melebih-lebihkan jumlah pelanggan yang bermobil dengan faktor 100%.

► Tingkat kunjungan ke toko lima kali lebih tinggi di wilayah yang tingkat lalulintasnya tinggi.

► Omset ritel di area pedestrian umumnya mengungguli area non-pedestrian.

► Acorn Road di Jesmond, Newcastle, Inggris, adalah contoh bagus dari skeptisisme dan kekhawatiran akan kehilangan pelanggan, namun ternyata terjadi ledakan bisnis setelah diterapkan langkah-langkah untuk memudahkan mobilitas yang lebih aktif.. Ketika diajukan rancangan untuk menghapus ruang parkir serta mengubah jalur mobil menjadi satu arah dan jalur sepeda menjadi dua arah, beberapa toko yang semula menentang keras terhadap kebijakan pertama justru menjadi pendukung militan rencana pengembangan itu. Mereka menyadari bahwa hal tersebut akan menambah suasana menjadi semakin santai dan makin banyak pejalan kaki dan pesepeda di Acorn Road, yang tentunya menguntungkan bagi bisnis.

Banyak bukti yang menunjukkan bahwa infrastruktur sepeda dan pedestrian menguntungkan bisnis lokal. Di Inggris ada laporan tentang kesalahpahaman mengenai investasi mobilitas aktif dan laporan Transport for London tentang Walking & Cycling: The Economic Benefits.
Perlu sosialisasi gencar agar dipahami masyarakat, pengusaha dan pemerintah lokal mau pun pusat, sehingga tidak terjadi lagi kontroversi yang menguras energi.