Argumentasi Jalur Sepeda (3)

Sediakanlah maka orang pun akan mulai menggunakannya

Tampaknya argumen ini tidak berlaku di Jakarta. Jalur sepeda terlihat kosong sepanjang waktu, tidak ada atau jarang dimanfaatkan oleh pesepeda. Justru di berbagai kesempatan jalur sepeda digunakan oleh pemotor dan mobil. Dan lebih parah lagi, di sosial media beredar foto para pesepeda bergerombol di jalur mobil, bukannya di jalur sepeda.

Apa yang terjadi? Untuk mengetahui kebenarannya tentu perlu dilakukan survey, tanpa survey kita hanya bisa berasumsi dan tidak akan memperoleh solusi yang tepat.

Pengguna sepeda balap mungkin mengalami kesulitan untuk mendahului pesepeda yang bergerak lebih santai, sehingga memutuskan untuk menggunakan jalur kendaraan bermotor. Pengendara motor mungkin terjebak dalam kemacetan, dan tergoda untuk menggunakan jalur sepeda yang tampaknya kosong, awalnya mungkin hanya satu dua pemotor namun karena tidak ada yang melarang maka diikuti oleh para pemotor lainnya.

Jika asumsi itu benar maka solusinya memperlebar jalur sepeda,atau memberlakukan sepeda sport sebagaimana terhadap mobil sport. Tindakan tegas perlu diterapkan pada pelanggar, keputusan untuk memberi toleransi hanya boleh dilakukan di pengadilan. Siapa sih yang mau repot-repot ke pengadilan, lebih baik bermacet-macetan dulu dan mendukung upaya mengurangi kemacetan.

Antara News

Jalur sepeda kosong bisa jadi memang bukan di jam-jam saat para pesepeda menggunakannya. Rekaman CCTV bisa menunjukkan berapa banyak dan seberapa sering pesepeda yang melintas di jalur sepeda tertentu.

Cycling UK

Pada dasarnya, pola yang terjadi di seluruh dunia tidak berbeda: apabila jalur sepeda terproteksi disediakan, maka orang-orang akan mulai berani bersepeda. Paris melakukannya di awal masa pandemi, dan respons masyarakat sangat baik. Pesepeda bermunculan, umumnya karena merasa lebih aman dari kemungkinan tertular atau menularkan dibanding menggunakan transportasi publik.

Insentif pun diberikan dengan memberi subsidi perbaikan sepeda, hasilnya dalam 10 bulan telah terjadi 2 juta reparasi sepeda di seluruh Prancis. Paris memang berambisi menjadi kota sepeda sebagaimana Amsterdam dan Copenhagen, bahkan ingin melebihi, menyingkirkan mobil dari pusat kota melalui program “15-minute city“.

Seville, ibukota Andalucia di Spanyol pun sudah berubah menjadi kota sepeda sebelum pandemi. Dalam dua tahun dengan dana Rp 465 miliar ($ 32 juta) menghapus 5.000 tempat parkir dan membangun jaringan jalur sepeda sepanjang 80 km. Pesepeda di jam sibuk meningkat dari 13.000 menjadi 72.000, dalam tiga tahun. Tentu dengan berbagai insentif untuk mendorong masyarakat bersepeda. Balai Kota menyediakan 2.600 sepeda di 260 tempat penyewaan, universitas menyediakan 400 sepeda untuk disewa per tahun, dan Metropolitan Transport menyediakan 250 sepeda gratis bagi penumpang busnya. Populasi Seville hanya 700.000 orang.

Seville

Di London, peningkatan pesepeda mendekati 5% pada tahun 2018, tetapi begitu dibangun jalur sepeda tercatat peningkatan hingga 53%. Di Green Lanes dibangun jaringan jalur sepeda terproteksi yang disebut mini Holland dan memberi peningkatan hingga 42%, sedangkan program pedestrian dan pesepeda Quietway 2, antara Walthamstow dan Bloomsbury, meningkatkan jumlah pesepeda hingga 33%.

Quiteway 2, London

Jalur sepeda terproteksi perlu dibangun berdasarkan penelitian dan pengamatan, jika tidak tepat pengaplikasiannya maka tidak akan memberi dampak positif yang kita kehendaki, seperti kasus di Chicago.

Dan jangan lupakan insentif, itu penting untuk mendorong masyarakat beralih. Juga adakan insentif bagi perkantoran yang menyediakan parkir dan kamar mandi bagi karyawan pesepeda, Perlu juga insentif bagi bengkel sepeda, tersedia di beberapa lokasi strategis agar cukup mudah di ditemukan dalam peta kota,

TribunNews

Di beberapa titik di Jakarta seperti Monas dan Bunderan HI, disediakan puluhan sepeda yang bisa digunakan melalui aplikasi berbagi sepeda Gowes. Namun sejak Desember 2020 tidak ada pembaharuan aplikasi. Dari review di GooglePlay ternyata banyak ketidakpuasan karena aplikasi tidak bisa membuka kunci sepeda meski sudah dilakukan pengisian dana. Muncul tuduhan bahwa aplikasi ini sedang mengumpulkan dana masyarakat. Sebaiknya semua pihak yang berkepentingan perlu memperbaiki masalah ini, malu lah kita pada dunia.