Tour de Pangandaran (TdP): “Lebaran”nya Para Pesepeda


B2W Indonesia|Jakarta- Seperti dilansir dari WWW.PIGURA.CO, Bike to Work Indonesia, komunitas gerakan moral untuk bersepeda, di mana perwakilan wilayah Tasikmalaya adalah panitianya, punya rutinitas tahunan yang disebut Tour de Pangandaran (TdP), pada Sabtu (21/7) lalu, merupakan kegiatan ke-9 kalinya dan dideklarasi sebagai: “lebaran” para pesepeda.

Ketua panitia TdP ke-9 sekaligus ketua Bike to Work Indonesia Wilayah Tasikmalaya, Eka Prasetya Esabara mengatakan, TdP merupakan acara silaturahmi mereka dan menjadi ajang kampanye untuk menggunakan sepeda sebagai transportasi pilihan di Indonesia.

“Penyelenggara tour ini memang Bike to Work tapi pesertanya adalah seluruh komunitas sepeda, karena event ini terbuka, jadi ada juga peserta di luar kami atau warga setempat bergabung secara spontan,” ujar Eka dalam wawancaranya, di Pangandaran.

Eka menjelaskan, peserta yang terdaftar dalam kegiatan tersebut adalah 2500 orang tapi estimasi di lapangan bisa mencapai lebih dari 3 ribu orang. Dan rute TdP ke-9 dimulai dari Tasikmalaya-Kota Banjar (Km 40)-Banjarsari (Km 61)-Padaherang (Km 77)-Bundaran Pantai Karapyak (Km 93)-Pantai Pangandaran (Km 107). Dimulai dari pukul 06.00 sampai 22.30 WIB.

“Jika ingin terlibat di TdP, calon peserta harus memiliki identitas yang sah dan untuk teman-teman pesepeda tanah air ayo gabung dengan TdP ke-10 nanti, TdP adalah lebarannya para pesepeda,” kata dia.

Sementara itu, salah satu peserta TdP ke-9 perwakilan dari Bekasi, Aris Ahmad Rizal berpendapat, kegiatan ini patut diapresiasi. TdP ingin membangun budaya bersepeda, meyakinkan masyarakat bahwa mengayuh sepeda itu nyaman, bisa menjadi moda transportasi walaupun jarak pendek terutama di Jakarta, dan bisa mengurangi kemacetan.

Bike to Work, menurut Poetoet Soe selaku ketua, terdiri dari para pekerja di perusahaan swasta maupun instasi pemerintah. Pada awalnya, 13 tahun lalu, mereka sepakat membentuk sebuah gerakan bernama Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia, dan barulah berubah seperti sekarang agar lebih mudah diingat.

“Banyak ruang publik yang seharusnya dipakai untuk taman bermain anak atau lainnya, tapi justru ada yang dijadikan lahan parkir, ini menjadi kegelisahan kami, akibat dampak persoalan transportasi. TdP ini adalah cara kita untuk menggelorakan semangat bersepeda, yang paling penting adalah kita mau menunjukkan bahwa bersepeda mampu jadi solusi berbagai persoalan transportasi,” pungkasnya.

Sumber: www.pigura.co

Tags: , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

. .