| Sepeda Lipat Bernilai Historis |
|
|
|
| Written by Humas B2W Indonesia | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Saturday, 12 September 2009 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Baru 3 minggu diluncurkan, sepeda lipat versi B2W Indonesia telah banyak diborong oleh para peminatnya. Selain karena faktor kepraktisan dan gaya dari sepeda lipat yang memang menjadi kelebihannya, versi B2W Indonesia yang merupakan produk Dahon Liscence Technology (DLT) ini tergolong memiliki tingkat value for money yang baik. Kualitas yang baik dan harga yang terjangkau merupakan kombinasi sempurna untuk alasan memiliki sepeda lipat B2W Indonesia dan menggunakannya untuk ber-commuting. Saat peluncurannya 3 minggu yang lalu, dilakukan lelang atas 3 buah sepeda lipat B2W sebagai tanda dimulainya penjualan sepeda tersebut. Dengan demikian, 3 orang pemenang lelang malam itu merupakan 3 orang pemilik pertama dari sepeda lipat versi B2W yang tentunya hal ini menunjukkan bahwa ketiga sepeda lipat B2W tersbut memiliki nilai historis. Nilai historis ini ditandai dengan diberikannya sertifikat dari pihak produsen sebagai bukti bahwa ketiga sepeda lipat tersebut merupakan 3 buah sepeda lipat B2W pertama yang diserahkan kepada pemiliknya. Siapa sajakah ketiga pemilik pertama sepeda lipat B2W tersebut? Lalu apa kata mereka tentang sepeda lipat B2W? Apa saja yang tela mereka lakukan terhadap sepeda lipat B2W mereka? Mari kita simak ceritanya di bawah.
3 orang pemilik pertama sepeda lipat B2W adalah; Bayu Sukmana Pasi, Imelda Jasmine dan Fannie Waldhani. Malam itu dengan semangat tinggi mereka terus mengejar penawaran lelang yang ada, dengan satu keinginan dalam hati: mereka harus menjadi bagian dari sejarah perjalanan B2W Indonesia melalui pemilikan 3 buah sepeda lipat B2W yang pertama ini. Lalu apa saja kata mereka? Di bawah ini cerita mereka tentang sepeda lipat B2W Indonesia.
Bayu Sukmana Pasi Bermula dari acara peluncuran sepeda Lipat PolygonVersi B2W di Musium Bank Mandiri saya tertarik dengan bentuk, warna serta logoB2W yg terpampang di Body sepeda lipat yg cukup unik dan menarik itu, tetapimelihat banyaknya indent yg ada maka saya harus bersabar utk mendptkannya krnsampai dengan saat itu belum indent, entah kapan ….. Tapi mungkin sdh jodoh krn pada saat itu 3 dari 4sepeda yg ada akan dilelang dan sipemenang lelang merupakan orang pertamapemilik sepeda lipat Polygon versi B2W sehingga masih terbuka kemungkinan utkdapat merasakan sensasi sepeda lipat Polygon versi B2W dengan segera. Dansampai acara pelelangan tiba…..alhamdulillah saya merupakan satu diantara 3orang yg mendapatkannya. Terpikir sudah esok merasakan tunggangan baru sepedalipat tersebut. Esok harinya dengan rasa penasaran segera sayameluncur ke RL-Kelapa Gading dimana saya harus ambil sepeda lipat tersebut……dansetelah menyelesaikan administrasi dan pembayaran maka saya pulang denganmembawa sepeda lipat idaman. Dengan posisi komponen standar bawaan pabrik sayacoba beberapa kali untuk merasakan handling dan kenyamanan dengan kondisi jalanaspal, tanah dan bebatuan….karena pasti sepeda tersebut harus handal dibeberapa kondisi. Handling serasaterlalu gampang goyang karena Handle Bar yg terlalu pendek dan juga selama inisaya selalu memakai sepeda dengan handle bar panjang, tetapi keuntungannyamemakai handle bar pendek dengan kondisi jalanan yg macet lebih memudahkanbermanufer dengan dukungan roda 20”. Perpindahan gigi dengan shifter revo cukup baguswalaupun dengan komponen yg standar yaitu dengan 6 speed, RD dan shifterstandar bawaan sepeda lipat tersebut buat para pemula dan dengan harga ygterjangkau. Posisipengendara cukup nyaman krn posisi ketinggian handle bar bisa diatur sedemikinarupa sehingga mendapatkan posisi paling nyaman saat berkendara, tetap mungkindengan tinggi badan tertentu akan cenderung kekecilan tetapi hal itu bisadiatasi dengan memundurkan posisi sadle atau merubah posisi handle bar dandengan bantuan steem tambahan kendala tersebut dapat diatasi. Bentuk framesepeda lipat itu sendiri cukup bagus dengan warna kuning dan logo kebanggaanB2W. Secara keseluruhan sepeda lipat Polygon versi B2Wcukup mumpuni untuk melibas jalanan ibu kota dengan kondisi standard yg telahada dan pula dengan harga yg ada dan tehknologi DLT yg menyertainya akan dapatbersaing dengan jenis2 sepeda lipat yg lain, serta logo B2W yg terteramemberikan suatu kebanggaan tersendiri bagi sipengendaranya. Sepeda ini bukan sepeda pertama buat saya karenasaya sendiri ada beberapa sepeda MTB dan satu sepeda lipat merek lain, dan memang tidak bisa membandingkan satu samalain karena pasti berbeda komponen dan peruntukan serta dari segi harga. Karena ada beberapa komponen menganggur dirumah yg bisa dipakai maka saat inibeberapa komponennya sdh diupgrade, sekalian utk mencoba perubahan apabila kitamenggunakan komponen2 yg bukan standar, berikut beberapa komponen yg telahdiupgrade : 1. Freehubmemakai Shimano XT utk mengakomodir sprocket 9 speed kepunyaan Shimano SLX 2. RDmemakai S-RAM 9 dengan dukungan shifter S-RAM 7 3. HandleBar asli telah dipotong dan ditambahkan steem Folker dan handle bar flat kaloy. 4. Crankdiganti dengan Tiagra single speed. 5. Untuklebih menampakkan sepeda B2W saya tambahkan beberapa sticker kecil B2W. Tapi dengan komponen standar sepeda tersebut sudahcukup mumpuni utk keperluar ber B2W kita selama ini……..Selamat mencoba…..janganlewatkan sensasi dan kebanggan bersepeda dengan sepeda lipat versi B2W
Imelda Jasmine Pertama kali melihat Sepeda B2W diwebside nya B2W bagian merchandise si “ koneng “ begitu aku menyapa sepedatersebut, begitu menggoda klo kata iklan niy… “ kesan pertama begitumenggoda selanjutnya Terserah anda..” maksud terserah anda itu.. masihberpikir apakah terjangkau dengan budget yang aku punya …? secara menurut kasak kusukteman-teman konon katanyamahal … duhh… pusinggg dehhh… sepulang dari kantor di sepanjang altery pondokindah bayangan si konengterus menari-nari di pelupuk mata. Sepeda pertama aku yaitu sepeda lipetkeluaran dari merek yang ga begitu kalah terkenalnya dibanding dengan merekyang memang sudah terkenal handal di dunia sepeda lipet. Aku beri nama Mimin, knp aku beri nama mimin krnwarnanya hitam. Keesokan harinya aku baca di sebuahmilis yang menyatakan akan ada Launching Sepeda Lipat Versi B2W keluaranPolygon… gubbrraakkss…. Pucuk dicinta ulam tiba…. Sampai kerja juga ga konsen,semua sepeda yang aku lihat dijalan jalan berwarna kuning…. Gilaa yaa begitudasyatnya fenomena si koneng. Dan memakai si koneng aku yakin pasti dayajualnya ok deh. Akhirnya aku mendapatkan si koneng pasPeluncuran sepeda tersebut…. Dan lebih kagetnya lagi ternyata aku menjadi orangpertama yang punya sepeda edisi B2W di Indonesia . bangganya bukan main sepertianak kecil baru dapat mainan baru…….yiiippyy… my Dream come true, dengan hargayang masih termasuk relevan yaitu 2.880.000 aku sudah bisa membawa sepeda yangmemang dari dulu aku idamkan, selain warnanya yang kuning kerennn abiss… its myfave color, Trial pertama pas CFD kemaren…. Semuamata pengendara sepeda tertuju ke si koneng, bangga jadi trand setter SepedaLipet edisi B2W, aku memang awam dengan komponen sepeda tp menurut aku sepedaitu sudah cukup lah tidak perlu di upgrade, nyaman saat dikendarai, ringan bisadiajak ngebut. Pokoknya top markotob dehhh
Fannie Waldhani Sebagai pekerja yang mempunyai aktivitas lebih banyak di luar kantor, sepeda lipat merupakan salahsatu alat transportasi alternatif yang sangat membantu karena kemacetan dijalan raya masuk ke dalam agenda saya sehari-hari. Dikeluarkannya sepeda lipat edisi B2W merupakan solusi yang tepat untuk mengurangi masalah kemacetan, ini dan saya termasuk salah satu pembeli pertama di Indonesia, tentunya sangatmembanggakan. Bisa menjadi trend setter di kalangan pesepeda. Yangmenarik dari sepeda lipat edisi B2W ini, selain harganya yang terjangkau,komponen yang terdapat pada sepeda tersebut cukup bagus. Selain itu ada logo B2W Indonesia yang terdapat di salah satu bagian sepedanya. Hal tersebut menunjukkan bahwa saya adalah bagian dari Komunitas B2W Indonesia yang peduli dengan lingkungan hidup. Sepeda yang pertama kali saya miliki adalah jenis MTB dan belum pernah memiliki sepeda lipat. Tadinya saya tertarik untuk membeli sepeda lipat, tapi ketika mendengar bahwa Polygon akan mengeluarkan sepeda lipat edisi B2W, saya bersedia menunggu sampai saya miliki sepeda lipat tersebut sekarang. Ketika pertama kali mencoba sepeda lipat edisi B2W ini, rasanya cukup nyaman. Selain itu sepeda lipat ini juga mudah dilipat dan praktis jadi tidak ada masalah ketika dalam perjalanan saya harus menggunakan alat transportasi lain seperti Trans Jakarta atau Kereta karena ketika dilipat sepeda ini tidakmakan tempat. Saya pun tidak perlu khawatir sepeda saya ini hilang apabila saya bawa ke kantor karena bisa disimpan di bawah meja kerja saya. AMAN! Sepeda lipat ini diproduksi oleh Polygon dan didistribusikan melalui Rodalink. 2 nama perusahaan yang besar dalam dunia sepeda sehingga tidak perlu lagi diragukan kualitasnya. Mungkin saya tidak akan meng-upgrade dalam jangka waktu dekat karena komponen yang terdapat pada sepedalipat ini cukup bagus sehingga nyaman pada saat saya gunakan. Kemungkinan saya akan lebih sering menggunakan sepeda ini dalam beraktivitas sehari-hari karenanyaman, praktis dan aman. Saya bangga ketika menjadi pemilik pertama sepeda lipat edisi B2W ini, selain menjadi bagian dari sejarah dalamdunia persepedahan, saya juga mendapatkan sertifikat dari Polygon dan Rodalink sebagai bukti. Hal tersebut bisa saya jadikan cerita buat anak & cucu nantinya. Dengan menggunakan sepeda lipat edisi B2W Indonesia ini berarti saya sudah membantu bumi ini dalam hal pengurangan polusi yang mengakibatkan efek dari global warming. Saya pun bisa hidup sehat, hemat dan dengan segala keuntungan yang saya dapatkan. Semuanya harus dimulai dari diri sendiri baru bisa mengajak orang lain.
Jumat, 11 September 2009. Hari ini untuk pertama kalinya saya menggowes sepeda lipat edisi B2WIndonesia yang saya beli. Setelahsepeda ini cukup lama bertengger di sekretariat B2W Indonesia di jalan Wijaya 1No. 8, akhirnya saya gak sabar juga untuk berlenggak lenggok dengan si konengini di jalan raya. Kebetulan hari ini saya, Om Toto, Om Ozy, Om Alfa, Om Ighra,Tante Naning, Om Afan dan Widi menghadiri undangan buka puasa dari MenristekPak Kusmayanto Kadiman di kantornya. Masih ragu untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi alternatif Anda?Saya tidak!
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.22
3.22 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Last Updated ( Saturday, 12 September 2009 ) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Next > |
|---|











Ada yang punya jadwal kegiatan Rosela...
selamat mudah2an di tempat baru semua...
ini fb eventnya http://www.facebook.c...
Wilayah cakung - pulogadung ada yg ju...