PRESS RELEASE B2W Indonesia: Hari Bersepeda Internasional


B2W Indonesia|Jakarta- Sebuah kabar baik datang dari PBB  dengan menjadikan tanggal 3 Juni sebagai Hari Bersepeda Internasional. Hal ini merupakan angin segar bagi pesepeda di seluruh dunia, terutama terkait dengan hak-hak pesepeda dan pejalan kaki yang kerap terabaikan di rimba aspal.

Sebuah data yang dirilis DfT 2017, Reported Casualties by Road User Type, Age, and Severity, Great Britain 2016 menyebutkan bahwa 18.477 pesepeda di Inggris Raya cedera akibat kecelakaan di jalan raya. Dari jumlah tersebut ada 3.499 yang mengalami cedera parah atau  meninggal dunia. Ini hanyalah peristiwa yang terdata, karena diyakini ada dua hingga tiga kali lipat peristiwa kecelakaan yang menimpa pesepeda yang tidak terdata. Dan ini, baru di Inggris saja.

Data di Indonesia, yang dicatat oleh komunitas B2W Indonesia menyebutkan bahwa di tahun 2017 saja ada 18 orang yang mengalami  kecelakaan saat bersepeda, di mana 13  pesepeda terbunuh di rimba aspal. Hingga pertengahan tahun 2018 ini tercatat 12 orang mengalami kecelakaan saat bersepeda di jalan raya di mana 9 orang di antaranya meninggal dunia. “Sebenarnya, yang diperlukan untuk mengurangi tingginya angka kematian pesepeda akibat kecelakaan di jalan raya adalah kita semua, termasuk pesepeda, harus selalu menaati rambu lalu lintas. Itu saja sudah cukup dan akan sangat membantu,” kata Ketua Umum B2W Indonesia, Poetoet Soedarjanto.

Melihat banyaknya pesepeda yang terbunuh di jalan raya, justru berbanding terbalik dengan manfaat bersepeda baik bagi pesepeda itu sendiri, maupun bagi lingkungan. Laman resmi PBB menyebutkan bahwa sepeda adalah sarana transportasi berkelanjutan yang sederhana, terjangkau, andal, bersih dan ramah lingkungan. Sepeda dapat berfungsi sebagai alat untuk pengembangan dan sebagai sarana -tidak hanya transportasi tetapi juga akses ke pendidikan, perawatan kesehatan dan olahraga.
Sinergi antara sepeda dan pengguna memupuk kreativitas dan keterlibatan sosial dan memberi pengguna kesadaran langsung akan lingkungan setempat.
Dan, sepeda adalah simbol transportasi berkelanjutan dan menyampaikan pesan positif untuk mendorong konsumsi dan produksi yang berkelanjutan, dan memiliki dampak positif pada iklim.(Sumber: http://www.un.org/en/events/bicycleday).

Terkait dengan penetapan tanggal 3 Juni sebagai Hari Bersepeda Internasional, maka di seluruh Indonesia akan digelar acara BERSEPEDA BERSAMA, dengan melibatkan hampir seluruh organisasi sepeda yang aktif dalam “LINTAS KOMUNITAS SEPEDA INDONESIA” seperti : B2W Indonesia, KOSTI, KOSKAS, BMX Indonesia, Id-FIXIE, LOWRIDER, Id Folding, MTBFI, MTB Indonesia, dll.
Kegiatan ini boleh diikuti siapa saja dengan sepeda jenis apa saja, dengan konsep bersepeda TWEED RIDE yaitu bersepeda dengan mengenakan pakaian keren, bergaya seperti orang kantoran atau seperti sedang mengikuti peragaan busana dan acara formil lainnya. Yang jelas bukan pakaian olahraga atau kasual seperti yang biasa dikenakan selama ini.

Di Jakarta acara diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Minggu, 3 Juni 2018
Titik kumpul : Bundaran Hotel Indonesia
Pukul : 07.00 – selesai.
Untuk pelaksanaan di daerah akan dikoordinasikan oleh sahabat Kosti (komunitas sepeda tua Indonesia).

Terkait dengan penyelenggaraan dan informasi lainnya, silakan hubungi:
Om Poetoet (B2W Ind.) 0813.49312.654.
Om Bagus Kinjeng (KOSTI Pusat) 0813.2888.4707
Om Adhiet (KOSKAS Pusat) 0899.9030.579

Sumber: Om Poetoet@25Mei2018

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

. .