BIKE TO SCHOOL SINTANG DATANGI PANTI ASUHAN PUTRI


P_20160424_170710-SINTANG-Dalam rangka menyambut Hari Kartini 21 April 2016, Koordinator Bike To School (B2S) Sintang-Ardiana-didampingi ladies biker mendatangi dua panti asuhan putri. Selain mensosialisasikan gerakan moral Bike To Work sebagai support B2S Sintang,  kedatangan B2S Sintang juga untuk menjalin silahturahmi dengan putri panti yang rata-rata menggunakan sepeda untuk aktivitas sekolahnya.

Sebanyak 13 sepeda untuk 14 putri di panti asuhan Asisiyah Jl. Pangeran Kuning Kelurahan Tajungpuri Sintang dan sebanyak 34 sepeda untuk 29 putri, Ardiana mendengarkan cerita para putri goweser dari kedua panti tersebut. “Ada beberapa sepeda yang rusak, kalau sudah rusak, sering dibiarkan karena perlu biaya perawatan,” kata pengasuh Panti Asuhan Mujahidin.

Demikian halnya juga kondisi yang ada di Panti Asuhan Asisiyah, kerusakan sepeda menjadi persoalan yang perlu perhatian. Menanggapi persoalan perawatan sepeda, Ardiana yang didukung ladies biker Bike To Work dan Ketua Bike To Work yang hadir saat itu, berupaya untuk dapat membantu secara maksimal agar jika sepeda anak-anak panti yang rusak bisa mendapatkan perbaikan secara gratis.

“Mudah-mudahan, kami bisa langsung menghubunP_20160424_171551-gi pihak showroom atau bengkel sepeda untuk bisa datang ke panti melakukan perbaikan,” kata Etiana Nuraini Liu-bendahara Bike To Work Sintang sekaligus Ketua ISSI Sintang yang didukung Ketua Bike To Work Sintang-Ade Muhammad Iswadi, yang juga Ketua KONI Sintang. “Jangan dinilai dari harganya tali asih yang disampaikan B2S Sintang, karena ini bentuk tali asih perdana yang mudah-mudahan bisa berlanjut kedepannya. Dan adik-adik jangan berkecil hati, mudah-mudahan kita semua dimudahkan,” sambung Ana Liu.

Nana, panggilan Ardiana-murid SMA N 3 Sintang, mengatakan ia senaang karena setiap hari di jalan Kota Sintang sederatan wanita berhijab dan perpakaian sekolah beriringan berangkat dan pulang sekolah. Pemandangan menyejukkan dan menyegarkan karena dengan moda transportasi sepeda lebih ramah lingkungan dan bebas polusi.

“Selain sehat untuk pengguna, juga sehat bagi lingkungan. Dan yang penting, jika belum cukup usia dan belum punya SIM ya memang tidak dibenarkan untuk memakai kendaraan bermorot,” kata Ardiana sembari menunjuk spanduk CAMOT (cegah anak memakai motor) yang mencantumkan ketentuan Pasal 81 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas. (*)P_20160424_161844- P_20160424_170934-

Tags: , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

. .