Bersepeda Rahasia Perut Seksi Adrian Maulana


Adrian MaulanaB2W Indonesia – Perut sixpack tak hanya membuat penampilan menarik tetapi juga membuat badan lebih sehat. Bagi artis yang juga fitness motivator, Adrian Maulana, perut sixpack tak hanya bisa didapat melalui latihan saja, melainkan harus juga dikombinasikan dengan pola makan.

“Tidak bisa hanya menjaga makan saja atau latihan saja, jadi harus bersinergi. Tetapi yang paling penting itu harus tetap menjaga istirahat. Karena saat latihan otot itu rusak, makanya perlu istirahat untuk mendapatkan bentuk yang baik,” terang Adrian dalam perbincangan dengan detikHealth.

Untuk makanan, yang terpenting adalah makanan dengan gizi seimbang. Karbohidrat menurutnya masih perlu dikonsumsi untuk mendapatkan tenaga. Namun juga perlu asupan protein yang cukup.

“Asupan protein yang benar saat pembentukan otot itu 1-2 kali per berat badan kita. Jadi kalau misalnya berat badannya 70 kg butuh minimal 70 gram protein. Untuk mengakomodir pembentukan otot maka harus dikalikan 2, jadi 140 gram protein per hari,” jelas Adrian.

Protein, sambungnya, bisa didapat dari mana saja. Misalnya pada pagi hari, protein bisa didapat dari susu. Pada siang hari, saat makan siang, protein bisa diperoleh melalui lauk seperti ayam, tempe, tahu, ikan, telur, dan sebagainya.

“Nah, dalam pembentukan otot bukan berarti harus menghindari lemak. Tubuh tetap perlu lemak tetapi harus lemak yang sehat yang bisa didapatkan dari buah-buahan atau kacang-kacangan,” imbuh pria bertubuh kekar ini.

Yang penting, lanjut Adrian, makanan berlemak sebelum dikonsumsi hendaknya dimasak dengan cara yang benar. Misalnya adalah dengan tidak memanaskannya dengan menggunakan minyak.

“Seperti makan dada ayam yang baik adalah dikukus, bukan digoreng. Karena yang menyebabkan kegemukan itu sebenarnya adalah kalori yang berlebihan. Nasi tetap bisa dimakan setiap hari hanya saja disesuaikan, jadi tidak melebihi. Saya setiap hari masih makan nasi tetapi disesuaikan. Jangan lupa untuk asupan serat agar melancarkan pembuangan zat tidak baik di dalam tubuh,” papar Adrian.

Untuk latihan, tidak bisa hanya mengandalkan latihan kardio saja. Sebab otot ada dua yakni kardio dan kerangka, sehingga untuk pembentukan otot rangka yang bisa dilihat seperti perut yang sixpack memerlukan teknik latihan yang tepat.

“Tetapi harus dilihat dulu apakah orang yang ingin membentuk sixpack ini awalnya gemuk atau biasa saja. Kalau awalnya gemuk harus melakukan pembakaran lemak dulu, jadi latihannya fokus pada pembakaran lemak dengan latihan kardio seperti sepeda, lari, jalan daripada weight training,” terang figur yang juga peduli pada anak dengan sindroma down ini.

Nah, jika badannya sudah baik baru bisa mulai pembentukan. Kalau sebelumnya latihan kardio 40-45 menit lalu weight-nya 15 menit, maka perlu diubah porsinya yakni 40-45 menit weight training dan 15 menit latihan kardio.

“Tips yang tepat saat melakukan ini adalah jika orang tersebut sudah sarapan atau makan sebelum latihan, sebaiknya lakukan latihan beban terlebih dulu lalu latihan kardio, ini sering terbalik,” ucap Adrian.

“Karena saat yang tepat untuk pembakaran lemak adalah saat gula darah sedang turun, jadi pembakaran lemak akan semakin baik,” imbuhnya.

Latihan saat bangun tidur, menurut Adrian, juga merupakan saat yang tepat. Karena pada saat itu gula darah masih rendah. “Cukup minum air putih kemudian bisa lakukan lari, jalan, atau bersepeda keliling kompleks misalnya selama 15 menit lalu setelah itu sarapan dan bisa memulai aktivitas,” sarannya.

“Dulu saya dari 94 kg jadi harus bakar lemak dulu baru bisa membentuk badan. Dari 94 kg, selama 6 bulan saya turun 23 kg dengan sehat tanpa harus merasa sakit karena melakukannya dengan cara yang tepat,” tambah Adrian.

sumber: health.detik.com

Tags: , ,

No comments yet.

Leave a Reply

.